Kamis, Juli 18, 2013

Konsolidasi Struktur

PDIP.kabmalang.com -

Djarot Saiful Hidayat kini mempunyai kesibukan baru. Tiap pekan mantan Walikota Blitar dua periode (2000-2005 dan 2005-2010) ini berupaya menyempatkan diri bolak-balik Blitar-Jakarta guna mengikuti rapat pengurus DPP PDI Perjuangan. Sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi, Djarot Saiful Hidayat, bertanggung jawab untuk menyolidkan kader dalam urusan berorganisasi dan menata organisasi partai.
Menurut Djarot, kepengurusan baru PDIP Perjuangan pascakongres mempunyai pekerjaan rumah untuk menyehatkan organisasi melalui konsolidasi struktur. Namun konsolidasi yang sedang berjalan tersebut tidak dapat dipisahkan dengan konsolidasi yang lain, baik konsolidasi ideologi, program, sumber daya manusia, dan lain-lain.
“Konsolidasi struktur ini harus kita maknai juga dari sisi konsolidasi kultur. Budaya organisasi yang akan kita bangun adalah sesuai amanat Kongres III Bali, partai kembali ke jatidiri sebagai partai ideologis,” terangnya seraya menjelasakan beberapa DPD telah menyelesaikan program konsolidasi organisasi.
Lebih jauh Djarot menegaskan, PDI Perjuangan adalah partai yang memperjuangkan nasib rakyat kecil. Memperjuangkan nasib rakyat, tegas Dajrot, merupakan tugas yang harus diemban seluruh kader partai. “Untuk itu perlu kesuritauladan. Harus ada contoh. Contoh tersebut harus dimulai dari yang atas sehingga semua kader mempunyai visi yang sama, ideologi yang sama, dan semangat juang yang sama untuk mengaplikasikan ideologi dalam praktek kehidupan sehari-hari,” papar pria yang semasa memimpin Blitar dianugerahi penghargaan Terbaik Citizen’s Charter Bidang Anugerah Adipura (2006, 2007, dan 2008).
Bagi Djarot tugas menata organisasi bukan hal yang sulit mengingat pengalaman panjangnya bergelut dengan dunia birokrasi. Mantan Pembantu Rektor I Universitas 17 Agustus Surabaya ini dinilai berhasil mengatasi masalah birokrasi di permulaan karirnya menjadi walikota Blitar. Yakni, berhasil memangkas struktur birokasi yang gemuk, tumpang tindih, dan menumbuhkan budaya birokrasi yang pro terhadap pelayanan masyarakat.
Selain pandai mengatur birokrasi, suami Dra. Hj. Heppy Farida ini dikenal gigih memperjuangkan nasib wong cilik, salah satunya melalui program Gerakan Perang Melawan Kemiskinan (GPMK). Gerakan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat di kota tempat makam Bung Karno berada tersebut sukses menuntaskan pembangunan membenahi rumah kumuh dengan cara bergotong royong sehingga layak huni dan sesuai standar kesehatan.  Djarot memang dikenal sangat memperhatikan kesehatan masyarakat melalui program puskemas. Hasilnya Puskemas Bendo, Kecamatan Kepanjen Kidul, Blitar, menjadi model standar rujukan pelayanan puskemas di seluruh Indonesia.

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Ada Komentar???? untuk PDI Perjuangan Kabupaten Malang

Arsip Blog