Minggu, Januari 28, 2018

Cara Mengatasi Situs Tidak Bisa Klik Kanan Tanpa JavaScript



PDIPerjuangan.kabmalang.com -

Mematikan fungsi klik kanan mouse atau touch pad laptop adalah salah satu cara yang digunakan pemilik website untuk melindungi konten supaya tidak disalin. Karena tidak bisa di klik kanan, maka fungsi yang terdapat didalamnya seperti copas, view page source dan inspect element tidak dapat dilakukan/disable.Namun terkadang proteksi klik kanan ini menyulitkan pembaca yang membutuhkan untuk mencatat/copy-paste informasi yang diberikan dengan tepat dan akurat. Informasi tersebut dapat berupa: nama, alamat, tutorial, perintah pemrograman, dan lain sebagainya dimana kesalahan penulisan, kesalahan penggunaan huruf besar/kecil (case-sensitive) menjadi penentu benar atau salahnya sebuah input/data.
Untuk mengatasi dan mengaktifkan klik kanan pada website, hal yang umumnya dilakukan adalah men-disable javascript pada browser. Dibawah ini adalah panduan langkah cara menonaktifkan javascript di berbagai browser yang umumnya dipakai:
Mozilla Firefox: about:config > cari javascript.enabled > klik kanan Toggle (value: false)
Google Chrome: Settings > Show advanced settings > Privacy > Content Settings > Do Not Allow JavaScript > Done
Internet Explorer: Internet Options > Privacy > Active Scripting
SafariSetting > Preferences > Security > Uncheck Allow Java > Close window
Opera: > klik menu Opera (atas-kiri) > Settings > Websites > JavaScript > Do not allow run JavaScript
Kekurangan cara diatas adalah mengharuskan Anda untuk mengaktifkan kembali fungsi java script jika Anda telah selesai mengambil data dari sebuah situs. Alternatif solusi tanpa javascript yang ingin saya bagikan untuk bisa mengkopi data dari situs yang tidak bisa klik kanan adalah dengan menggunakan layanan dari www.browseo.net.
Anda tinggal menyalin alamat url situs yang ingin dicopas dan mempastekan pada kolom yang disediakan kemudian klik Browse. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar penjelasan dibawah ini.
solusi website tidak bisa klik kanan
Setelah halaman yang ingin dikopi paste tampil, Anda tinggal menyorot dan memindahkan data yang diperlukan. Selain bisa membuka proteksi klik kanan, Browseo.net memberikan layanan tentang bagaimana isi sebuah situs dari kacamata sudut pandang mesin pencari.
Disana Anda dapat mengetahui informasi tambahan mengenai deskripsi artikel, jenis link dan jenis heading yang digunakan. Heading (H1, H2, H3, dst) selain berfungsi untuk membesarkan huruf, juga berfungsi untuk memberikan informasi kepada mesin pencari tentang struktur suatu situs dari yang paling penting sampai ke yang kurang penting prioritasnya. Untuk link, kita bisa mengetahui dengan mudah mana saja jenis link yang bersifat link dofollow atau link nofollow suatu website.
Alternatif yang lain, ada cara yang sedikit repot dalam menyalin artikel (dan juga inspect element) di situs yang tidak bisa di klik kanan tanpa harus mengotak atik settingan javascript browser. Cara ini hanya bisa dilakukan jika situs tersebut terdapat lokasi yang menggunakan javascript. Wilayah javascript tersebut biasanya terdapat di area iklan atau ikon share sosial media.
cara inspect element jika tidak bisa di klik kanan
Caranya cukup mudah, Anda tinggal arahkan kursor mouse Anda ke area iklan kemudian klik kanan seperti gambar diatas. Lalu klik inspect element, kemudian arahkan mouse pada area yang ingin Anda salin.
Untuk mengcopy paste tulisan yang Anda butuhkan dapat dilakukan dengan mengklik kanan pada area tersebut. Area tersebut bisa berupa (paragraf) atau
(division). Setelah itu tekan tombol Copy outerHTML atau Copy element seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Lalu pastekan di notepad.

cara inspect element website yang tidak bisa klik kanan
Kontributor Artikel dan Foto :http://otak.co/

  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.

.

www.KabMalang.com admin@kabmalang.com
Facebook PDI Perjuangan Kab malang
Share:

Sabtu, Januari 27, 2018

Tahun 2019 PDI Perjuangan Malang Targetkan 17 Kursi


PDIPerjuangan.kabmalang.com - DPC PDI Perjuangan Kab Malang menargetkan 17 kursi dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang.
Hal ini dikatakan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Hari Sasongko, Sabtu (13/1). Bahkan, pihaknya optimis partai moncong putih itu mampu mecapai target yang ditetapkan.
Harsas mengatakan, pihaknya berusaha melakukan pembenahan internal. Selain itu, juga berupaya untuk menggarap secara serius potensi swing voters alias pemilih yang belum menentukan pilihannya yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Dia memperkirakan, ada sekitar 60 persen swing voters.
"Kami sudah menyusun strategi. Mulai dari pembenahan internal partai serta mengkonsep strategi baru dalam memperoleh dukungan massa," ungkapnya.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, lanjut dia, optimis meraih 17 kursi dalam pileg 2019. Pasalnya, mereka sudah melakukan kajian secara mendalam. berdasarkan hasil pileg sebelumnya.
"Pileg sebelumnya, kami bisa mendapatkan 13 kursi," pungkasnya.
(tik/JPC)


Kontributor Artikel dan Foto :Jawapos

Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.


www.KabMalang.com admin@kabmalang.com
Facebook PDI Perjuangan Kab malang
Share:

Jumat, Januari 26, 2018

Pekik MERDEKA Cucu Bung Karno

PDIPerjuangan.kabmalang.com -Surabaya, Kemampuan orasi Bung Karno tampaknya mengalir pada cucunya yang tengah maju dalam ajang Pilgub Jatim berpasangan dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Pekik merdeka mewarnai orasi Puti Guruh Soekarno. 
Meski waktu sudah larut malam, tepatnya pukul 11.20 WIB, Puti Guntur Soekarno yang diberikan kesempatan menyampaikan pidato visi misinya, melakukannya dengan apik. Usai proses pendaftaran di KPU beberapa  hari lalu.
Awalnya, putri dari Guntur Soekarno ini hanya menceritakan kenangan perkenalan pertama dengan Gus Ipul saat ibadah haji tahun 2000.
Setelah itu, Puti mengingatkan kembali jika berpasangan dengan Gus Ipul merupakan suratan takdir karena tidak pernah direncanakan. Selain itu juga ibarat menjadi simbol rajutan sejarah berdirinya negara Indonesia oleh dua tokoh berpengaruh, Kyai Haji Hasyim Asyari, pendiri NU dan Soekarno.
Perlahan intonasi Puti meninggi dengan suara penuh semangat. Mantan Anggota DPR ini mengucapkan siap menerima tugas yang diberikan untuk mendampingi Gus Ipul sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur.
“Saya siap menerima tugas ini, saya siap bertarung. Mengapa saya katakan siap karena kekuatan itu ada karena kita sekarang bersama-sama bergotong-royong untuk memenangkan Gus Ipul dan saya, “ ucapnya.*

Kontributor Artikel dan Foto :arekjatim.com

  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.


www.KabMalang.com admin@kabmalang.com 

Facebook PDI Perjuangan Kab malang
Share:

Tampung Semua Masalah Rakyat. Di Malang Raya Ada Rumah Asmara



PDIPerjuangan.kabmalang.com - Malang (Jatim)
Kondisi masyarakat Malang Raya dalam sisi ekonomi, pendidikan dan sosial, mendapatkan perhatian khusus dari salah satu anggota DPR RI komisi XI Ir.Andreas Susetyo. MM .
Sebagai salah satu anggota dapil 5 Malang Raya bekerjasama dengan tokoh masyarakat dan budaya Drs Wahyu Hidayat SH, membentuk kelompok pemberdayaan yang menampung semua masalah, keinginan dan harapan dalam payung Rumah ASMARA (Rumah Aspirasi Masyarakat Malang Raya), Kamis (25/01/2018),
Bertempat di kantor Rumah Asmara di daerah jalan Janti kota Malang, team buktipres berkesempatan untuk berdialog langsung dengan ketua Rumah Asmara Drs Wahyu Hidayat SH.
“Kami sudah empat tahun ada di tengah-tengah masyarakat Malang Raya.
Kehadiran kami bagi masyarakat adalah untuk menampung semua aspirasi masyarakat, Terkait semua masalah yang di hadapi Masyarakat seperti masalah pembangunan infrastruktur, rumah ibadah, pendidikan, kesehatan, budaya dan yang terpenting adalah pemberdayaan masyarakat, untuk bisa meningkatkan kwalitas hidup dan ekonomi masyarakat. Dari keberadaan kami yang mulai hadir pada 9 Juni 2014 sampai sekarang (2018), kami sudah pernah membantu memperjuangkan 248 proyek infrastruktur di Malang Raya, membuat rusun nelayan di Sendang Biru, membagikan 161 hand traktor untuk petani melalui Gapoktan di Malang Raya, membina 161 UMKM, dan membantu 800 anak yang orang tuanya tidak mampu untuk mengambil ijasah sekolah mereka. Dalam Rumah Asmara ini, kami berafiliasi dengan beberapa komunitas di antara nya, Gong Mas, Padepokan Eyang Panji,Pamara,LPJ( Jakarta), Barisan Srikandi Indonesia, Lentera, UKM dan UKB Malang Raya, Gong Mas Tembang Mana Suka, PLS, dan Laskar Petani Maju. Dan Untuk LPJ Alhamdulillah saya sendiri juga sebagai ketuanya. Target keberadaan kami sebenarnya secara umum untuk memberdayakan dan mengangkat harkat hidup masyarakat Malang Raya, agar nanti di tahun 2023 sudah ada kesetaraan antara masyarakat Malang Utara dan Selatan dalam berbagai hal.
Lebih lanjut dia menyebutkan Kami ingin “masyarakat ini berdaya, terutama masyarakat miskin dan petani, kami bekerjasama dengan pegadaian, BUMN PNM dan juga bank BNI, yang mana secara keseluruhan program kerjasama kami adalah mempermudah proses pinjaman tanpa agunan, seperti contoh masyarakat Kabupaten Malang sudah ada 50 ribu orang, yang memanfaatkan Kartu Tani, di mana melalui kartu ini petani bisa mengajukan kredit ke BNI tanpa agunan, untuk mereka bisa membeli pupuk,
sehingga mereka tidak rugi oleh harga murah yang di tawarkan oleh para tengkulak. Dua kampung telah kami proses dampingi masyarakat, untuk mereka memberdayakan lingkungan sekitarnya, Ini bisa di lihat nyata, dengan projects kami di dua tempat yaitu obyek wisata, Kampung wisata Pujon dan jembatan Naga di desa Mulyorejo Kabupaten Malang. Begitu pun kerjasama kami dengan pegadaian ada program UMI (Usaha Ultra Mikro), untuk hal ini masyarakat bisa langsung berhubungan dengan pihak pegadaian atau dengan bantuan kami,untuk program UMI, memang di fokuskan pada pemberdayaan perempuan dana yg bisa di ajukan mencapai 5 juta per usaha dan per orang, Monggo berhubungan langsung dengan kami.
Secara umum hal ini kami lakukan untuk juga meminimalisir keberadaan toko-toko modern serta menghidupkan dan memaksimalkan. Kalau sisi politik kami berharap kehadiran kami dan kondisi masyarakat yang sudah berdaya. Maka kami berharap tidak ada lagi money politik dalam proses bernegara kita. Walaupun secara linier kami masuk dan aktif dalam kemenangan pemenangan Pilgub, Pilkada dan pilpres”. tegasnya. (hermin/red)

Kontributor Artikel dan Foto : http://buktipers.com

  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.

.

www.KabMalang.com admin@kabmalang.com
Share:

Kamis, Januari 25, 2018

Hidup Itu Merdeka!


PDIPerjuangan.kabmalang.com - REN MUHAMMAD
“SEKARANG tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib tanah-air dalam genggaman tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya.”
Begitu sebuah nukilan pidato Bung Karno pada peringatan kemerdekaan Indonesia, 72 tahun silam.
Pidato singkat itu dibacakan persis sebelum Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan kita.
Ratusan orang yang hadir pada momen luarbiasa tersebut, larut dalam gejolak perasaan tak terperi. Ratusan tahun berjuang akhirnya berbuah juga.
Jumat pagi itu, pejuang kemerdekaan–baik secara fisik maupun bangsawan pikiran, meletupkan energi besar yang sulit dibendung Belanda atau Jepang. Kita merdeka dengan tabularasa.
Sejujurnya, saya masih kesulitan mencerap suasana di Pegangsaan, dulu.
Tak hanya Bung Karno dan Bung Hatta yang diterjang lelah teramat sangat. Semua yang hadir kala itu, juga berada dalam kondisi yang sama.
Meski begitu, secara khidmat dan takzim yang tinggi, kemerdekaan kita tetap dikerek naik ke langit. Seiring lagu Indonesia Raya gubahan WR Supratman dikumandangkan, dan airmata peserta upacara pun berderaian.
Menjadi Bangsa Mandiri
Senarai memori dari tujuh dekade silam itu memang tinggal cerita dan telah jadi catatan sejarah belaka.
Tak semua kita sanggup menautkannya dengan kehidupan hari ini.
Lebih parahnya lagi, sedikit sekali dari kita yang sanggup menalar rentetan kejadian nun di hadapan buku sejarah kemerdekaan Indonesia itu.
Memang bukan kita yang tampil sebagai penentu bandul pendulum perjuangan Indonesia merdeka. Namun, di pundak kita lah kini, bakti pada negeri tercipta dititipkan. Lantas kita mau apa?
Presiden sudah berganti tujuh kali. Kabinet dibongkar pasang tak kenal jeri. Kebijakan negara sudah dijalankan setengah abad lebih lamanya.
Tapi kenapa kita tak jua lelah bertengkar? Kita sibuk berbalahan. Saling tikai. Salah menyalahkan.
Bung Karno pernah menulis surat kepada Jenderal Sudirman yang sebaris isinya berbunyi begini: “Ibaratnya, hatiku ini adalah kitab yang terbuka di hadapan Dinda. Politik pun Kanda satu buku yang terbuka bagi Dinda.”
Bahkan Jenderal Sudirman yang jelas berseberangan dengan Bung Karno dalam pola perjuangan, akhirnya luluh pada perintah presiden yang ia sanjung sedemikian rupa.
Kini, perilaku seperti itu sulit kita temui dalam kancah politik tingkat tinggi di negeri ini.
“Negara Republik Indonesia ini bukan milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu suku, bukan milik suatu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”
Begitu yang kerap kali diingatkan Bung Karno dalam setiap pidatonya–pascakemerdekaan.
Meski begitu, sebagai pendiri bangsa, selaku manusia Indonesia pertama, Bung Karno pun kewalahan melihat “bayi” negara yang ia idamkan tumbuh begitu cepat.
Partai Nasional Indonesia yang ia dirikan, bubar jalan. Lalu tumbuh menjamur partai-partai lain yang kelak unjuk gigi pada 1955 dalam Pemilu perdana.
Semua partai berdiri di atas kaki kepentingan. Bukan atas nama rakyat.
Bung Karno menyadari kecenderungan ini. Ia bubarkan konstituante dan memimpin langsung negara dengan dekritnya–dibantu Jenderal AH Nasution.
Demokrasi ideal yang ia agendakan terpaksa gigit jari. Pengaruh asing kadung beranak pinak dalam tubuh negara muda Indonesia. Sialnya, jejak kebanalan politik praktis waktu itu, masih kita rasakan hingga hari ini.
Orde kekuasaan telah bergonta-ganti hingga tiga kali. Ongkos politik melambung tinggi, membiayai kedegilan para politisi karbitan tak tahu diri.
Kemerdekaan kita dari penjajahan bangsa asing, tak sungguh benar raib dari ibu pertiwi.
Imperialisme kini bersalin rupa jadi liberalisme ekonomi.
Korporasi global tak pernah berhenti menjaring manusia modern masuk dalam lembah kemiskinan–tanpa kecuali.
Jika dulu nenek moyang kita berurusan dengan VoC, hari ini kita berhadapan dengan Google.
Beruntungnya, dua tahun belakangan, negara kita mulai sibuk bekerja keras lagi. Membangun kekuatan dari segala lini.
Warga dunia tercengang melihat kinerja Kabinet Kerja Jokowi. Kendati jauh dari memuaskan, namun setidaknya kita masih bertahan dari gempuran zaman.
Demokrasi yang dipilih tetua bangsa kita, sejatinya sangat tak memadai dijadikan soko guru sebuah negara sebesar Indonesia.
Kita tidak bisa terus menerus menghujat dan mencaci pemerintah. Negara ini milik kita. Bangsa Indonesia adalah kita jua.
Bung Karno menyadari betul keunggulan kita sebagai sebuah negara-bangsa.
Ia berhasil memeras saripati yang merekatkan bangsa Nusantara sampai melahirkan Indonesia raya.
Sebagai seorang Muslim, ia jadikan al-Quran tuk pedoman membangun kehidupan umat manusia di dunia–termasuk kita, agar gemah rimah loh jinawi.
Sekadar catatan, di antara para pemimpin dunia saat itu yang cekatan mengutip ayat al-Quran dan juga menerapkannya, ya Sang Proklamator Indonesia.
Dalam buku Bung Karno Menerjemahkan al-Quran (Mizan, 2017), karya Mochamad Nur Arifin, saya menemukan pikiran Bung Karno berikut ini;
“Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan–tuhannya sendiri. Bagi yang Kristen menyembah tuhan menurut petunjuk Isa al-Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW, orang Buddha menjalankan ibadahnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi, marilah kita semua bertuhan. Hendaklah Negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah tuhannya dengan cara leluasa. Segenap rakyat hendaknya bertuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiada ‘egoisme-agama.’ Dan hendaknya negara Indonesia satu negara yang bertuhan. Marilah kita amalkan, jalannya agama, baik Islam maupun Kristen, dengan cara yang berkeadaban. Apakah cara yang berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain.”
Beberapa tahun ini, kita seperti kesulitan menjalankan laku hidup yang demikian. Seolah membuktikan nubuat Isa al-Masih dua milenia silam, “Sedikit sekali manusia yang menemukan gerbang sempit menuju kehidupan.”
Segoro Gunung, 17 Agustus 2017

Ren Muhammad
Pendiri Khatulistiwamuda yang bergerak pada tiga matra kerja: pendidikan, sosial budaya, dan spiritualitas. Selain membidani kelahiran buku-buku, juga turut membesut Yayasan Pendidikan Islam Terpadu al-Amin di Pelabuhan Ratu, sebagai Direktur Eksekutif.

Sumber: Kompas





Kontributor Artikel dan Foto :

  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.

.

www.KabMalang.com admin@kabmalang.com
Share:

Selasa, Januari 23, 2018

Puti Guntur Sudah Boyongan ke Surabaya Sejak Sabtu 20 januari 2018



PDIPerjuangan.kabmalang.com -
SURABAYA - Bakal Calon Wakil Gubernur (bacawagub) Jawa Timur Puti Guntur Soekarnoputri telah mengagendakan sejumlah rencana kegiatan.
Salah satu kegiatan, 'pindahan' dari Jakarta ke Surabaya. Sebagaimana diketahui Puti selama ini memang tinggal di Jakarta.
Puti mengatakan telah memboyong beberapa perlengkapan pribadinya sejak Sabtu (20/1/2018) ke Surabaya.

Ia 'pindah' ke Surabaya tanpa disertai suami bersama putra-putrinya yang masih tinggal di Jakarta.
"Jika libur satu-dua hari saya ke Jakarta. Tapi, kalau saya nggak sempat, mereka yang akan kami daatang ke Surabaya. Supaya bisa tahu bagaimana indahnya kota Surabaya," ujar Anggota DPR RI ini.

Kota Surabaya, menurut Puti bukan lah daerah yang asing baginya.
"Sebenarnya, saya sering lho main ke Surabaya. Kan banyak family juga di sini," ujarnya.
Salah satu yang menjadikanya betah di Kota ini adalah kesadaran untuk menghargai jasa para pejuang di masa lalu.

Di antara nama-nama pejuang diabadikan sebagai nama jalan, gedung, hingga kegiatan seremonial.
Salah satunya, nama mendiang kakeknya, Ir Soekarno, yang menjadi nama salah satu jalan terpanjang di Surabaya.
Tak lupa dia menyampaikan rasa terima kasih kepada DPRD dan Pemerintah Kota Surabaya atas pemberian nama Jalan Dr Ir H Soekarno pada jalan midle east ring road (MERR), yang terletak di kawasan Surabaya Timur.


Kontributor Artikel dan Foto :



www.KabMalang.com admin@kabmalang.com DANA Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.
Share:

Siapakah PUTI ??

 


PDIPerjuangan.kabmalang.com -

Puti Guntur Soekarno

Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri atau lebih dikenal dengan Puti Guntur Soekarno adalah seorang anggota DPR periode 2009–2014 dan 2014−2019 yang juga cucu dari Presiden ... Presiden Pertama RI, Soekarno dari anak pertamanya Guntur Soekarnoputra.
Lahir: 26 Juni 1971 (46 tahun), Jakarta, Indonesia
Partai politik: PDI Perjuangan



Kontributor Artikel dan Foto :Internet
 

  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.


www.KabMalang.com admin@kabmalang.com
Belajar Search Engine
Share:

Senin, Januari 22, 2018

Jagong bareng 2 Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan Kab Malang


PDIPerjuangan.kabmalang.com -Hujan rintik-rintik bergayut di wilayah Kabupaten Malang hari Minggu 21 Januari 2018 tidaklah menyurutkan langkah peserta Jagong Bareng FKKPDI Perjuangan Kabupaten Malang yang ditempatkan di Kampung Enem Desa Patok Picis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang.
Hadir dari 19 Wilayah Kecamatan se-Kabupaten Malang, dari ujung barat Ngantang hingga ujung timur Ampel Gading, dari utara Kecamatan Lawang dan mendekati pantai selatan Donomulyo hadir di pertemuan tersebut. Suasana gayeng dan kekeluargaan menyelimuti pertemuan kader PDI Perjuangan. Dan yang cukup menarik Pramuka peserta persami ikut bergabung dalam kegiatan ini.

Dengan diawali menyanyikan lagu Kebangsaan dan Mars PDI Perjuangan serta pembacaan Pancasila, kegiatan ini berjalan dengan melibatkan pengunjung tempat wisata. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bersifat swadaya karena para peserta melakukan gotong-royong guna terlaksananya kegiatan kumpul-kumpul menyamakan visi dalam menggerakkan roda organisasi partai. Dan sebagaimana biasa dalam kegiatan ini juga masing-masing peserta membahas Bakal Calon Gubernur yang diusung PDI Perjuanangan yakni Saifulah Yusuf dan Puti Guntur






Di akhir acara disepakati pertemuan berikutnya di wilayah Dapil 5 tepatnya di Dempok Pagak


Kontributor Artikel dan Foto :Herman H2o



www.KabMalang.com admin@kabmalang.com DANA Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.
Share:

Sabtu, Januari 20, 2018

Kunjungan Dapil Gunawan HS

PDIPerjuangan.kabmalang.com -

Diiringi gerimis di pagi hari, Gunawan HS anggota DPRD Propinsi Jatim mengadakan kegiatan Kunjungan Dapil di SMA Negeri Kepanjen. Kegiatan dimulai pukul 10.00 dengan dihadiri oleh Kepala Cabang Dindik Jatim di Kabupaten Malang,  Kepala Sekolah, Dewan Guru, Staf Tata Usaha,Komite dan Osis SMA Negeri Kepanjen.

Acara yang dikemas dalam bentuk komunikasi dua arah ini mendapatkan apresiasi oleh guru dan Siswa SMA Negeri Kepanjen, beberapa masukan terkait tentang peningkatan kwalitas dapat dikomunikasiten dengan Kepala Cabang Dinas dan Anggota DPRD Jatim ini.

Beberapa hal yang disampaikan oleh guru antara lain dari guru PPKN mempertanyakan tentang sosialisasi pemilu kada oleh KPUD juga  pendampingan dari anggota dewan manakala pendidik memberikan sanksi kepada siswa yang membandel karena adanya aturan HAM serta pelaporan kepada aparatur disaat guru memberikan upaya mendidik siswa.
Dari pejabat struktural SMA Negeri Kepanjen menyampaikan permasalahan terkait panjangnya mata rantai pengurusan kenaikan pangkat semenjak SMA dan SMK ditarik ke Propinsi serta minimnya tenaga adminitrasi karena tidak adanya rekruitmen CPNS sementara banyak tenaga administrasi yang habis masa tugas atau pensiun

Di akhir acara disuguhkan salah satu ekstra kurikuler andalan SMANEKA yakni Maching Band yang telah menorehkan prestasi ditingkat Nasional bahkan Internasional

Berikut Marching Band BSSB
Kontributor Artikel dan Foto :Herman H2o



www.KabMalang.com admin@kabmalang.com DANA Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.
Share:

Jumat, Januari 19, 2018

Inilah Puti Soekarno, Pendamping Saifullah Yusuf di Pilkada Jatim


PDIPerjuangan.kabmalang.com - Jakarta - Siapa Puti Guntur Soekarno pendamping Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018? Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri tidak langsung terjun ke politik. Cucu pertama dari Presiden pertama Indonesia, Soekarno, dari pernikahan Guntur Soekarnoputra dengan Henny Emilia Hendayani itu sebelumnya Wakil Ketua Yayasan Fatmawati, yayasan sosial.
Keponakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu memulai karier politiknya pada 2009. Ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat wilayah Ciamis, Kuningan, dan Kota Banjar. Lalu berlanjut ke periode kepemimpinan 2014-2019.

Didahului oleh rumor sebagai pengganti Abdullah Azwar Anas yang mundur lantaran foto syur, nama Puti muncul sebagai pendamping calon gubernur Saifullah Yusuf menjelang batas akhir pendaftaran Pilkada Jawa Timur 2018. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengumumkannya seusai perayaan HUT partainya di JCC Senayan, Rabu, 10 Januari 2018.
Menurut Hasto, pengusungan Puti berdasarkan masukan dari Gus Ipul dan para kiai sepuh Jawa Timur. "Berdasarkan pertimbangan itulah Bu Megawati Soekarnoputri sepakat mengusung Puti," kata Hasto

Surat keputusan DPP PDIP Nomor 3938/IN/DPP/1/PDIP tertanggal 10 Januari 2018 yang ditandatangani oleh Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto beredar di media. Dalam surat itu tertulis pimpinan tingkat pusat PDIP berdasarkan usulan pimpinan tingkat Provinsi Jawa Timur telah memberikan persetujuan kepada Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno untuk maju sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur 2018.
Di Pilkada Jawa Timur 2018 ini, Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno yang diusung PDIP dan PKB akan berhadapan dengan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Pasangan Khofifah-Emil mendapat dukungan dari Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan.


Kontributor Artikel dan Foto :https://pilkada.tempo.co/read/1049654/inilah-puti-soekarno-pendamping-saifullah-yusuf-di-pilkada-jatim


www.KabMalang.com admin@kabmalang.com DANA Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.
Share:

Kamis, Januari 18, 2018

Presiden Jokowi: Pilkada 2018 Mari Adu Program


PDIPerjuangan.kabmalang.com - Jakarta- Dikutip dari laman setkab, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para kandidat pemimpin daerah yang maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 ini agar tidak saling mencela dan mencemooh satu sama lain. Namun, sebaiknya saling sampaikan ide, program, dan gagasan.
“Silakan sampaikan ide kepada rakyat, sampaikan gagasan-gagasan, program-program, munculkan prestasi-prestasi. Jangan sekali lagi saling mencela, saling menjelekkan, saling mencemooh, jangan sampai itu terjadi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan 5.477 sertifikat tanah di Ciamis untuk Kabupaten Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, di lapangan Lokasana Ciamis, Jawa Barat, Selasa (16/1).
Kepala Negara mengingatkan, kita semua adalah saudara. Karena itu, ia meminta untuk saling menjaga ukhuwah di antara sesama warga.
“Pilihlah pemimpin yang paling baik, pilih, coblos lalu rukun kembali, sudah,” tutur Presiden.*

Sumber Berita: http://arekjatim.com/berita/2018/01/16/244/presiden-jokowi-pilkada-2018-mari-adu-program-jangan-saling-cela- #ixzz54VGhD2l0
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives


www.KabMalang.com admin@kabmalang.com Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini.
Share:

Sekolah Khusus CALEG



PDIPerjuangan.kabmalang.com -Dalam rangka menyongsong Pemilu Legislatif, AREK JATIM bekerja sama dengan Radar Malang dan Hotel pelangi akan mengadakan pelatihan selama dua hari guna menyiapkan bakal calon legislatif yang akan bertarung di Pileg tahun 2018.

Direncanakan nara sumber kegiatan tersebut adalah personal BAWASLU Jatim, KPUD Jatim serta akan mengundang anggota legislatif yang telah berhasil dalam pemilu yang lalu.

Fasilitas yang diberikan antara lain, Penginapan, materi pelatihan, iklan gratis selama satu bulan di portal arekjatim serta sovenir. Biaya bagi peserta sebesar Rp. 1.000.000, dan bagi 30 pendaftar pertama akan mendapat subsidi sebesar 20%,

Bagi bakal calon legislatif yang beminat dapat mendaftarkan melalui HP/ WA 081 333 444 571 atau 0851 0046 5409, peserta akan dibatasi sebanyak 100 orang


Kontributor Artikel dan Foto :


www.KabMalang.com admin@kabmalang.com Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini.
Share:

Rabu, Januari 10, 2018

Foto Puti Guntur Sukarno

PDIPerjuangan.kabmalang.com -Berikut foto Puti Guntur di Instagram

1. Pintar Pidato






2. Gaul 
 
3. HobiTraveling

 4. Perhatian




4. Elegan
  


 5. Energik



6. Merakyat


Kontributor Artikel dan Foto :https://www.instagram.com/putiguntursukarno/



www.KabMalang.com admin@kabmalang.com Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini.
Share:

Tak Sampai 1 Detik, 13 Juta Pencarian 'Puti Guntur Soekarno' di Google


PDIPerjuangan.kabmalang.com - Puti Guntur Soekarno masuk dalam deretan Google Trend pada hari ini. Berdasarkan data yang masuk dari Google, nama Cucu Soekarno hanya dalam waktu 0,45 detik menunjukan hasil 13.000.000 pencarian di internet.
Puti Guntur Soekarno adalah calon Wakil Gubernur Jawa Timur yang akan mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Puti ditugaskan PDI Perjuangan  menggantikan Azwar Anas yang mengundurkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur.
Puti merupakan anggota Komisi X DPR RI. Puti adalah kader PDI Perjuangan yang menjabat anggota DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019 dari daerah pemilihan Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar di Jawa Barat. Dia terjun ke politik dengan menjadi kader PDIP setelah menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada Universitas Indonesia.


Kontributor Artikel dan Foto : ngopibareng.id/

www.KabMalang.com admin@kabmalang.com Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini.
Share:

Upacara HUT PDI Perjuangan Kabupaten Malang


 


PDIPerjuangan.kabmalang.com - Pagi hari sejak pukul 08.00 kader PDI Perjuangan se Kabupaten malang mulai datang berduyun-duyun menuju Kantor PDI Perjuangan Kabupaten Malang di Desa Ngadilangkung Kecamatan Kepanjen.

Acara peringatan 45 tahun PDI Perjuangan ini dimulai dengan pelaksanaan Upacara Bendera di halaman kantor partai bergambar Banteng bulat Moncong Putih ini. Dalam amanatnya ketua DPC PDI Perjuangan menyampaikan sejarah PDI Perjuangan

PDI Perjuangan merupakan partai politik yang secara langsung memiliki tali kesejarahan dengan partai politik pada masa masa orde lama.
PDI Perjuangan merupakan kelanjutan dari Partai Demokrasi Indonesia yang berdiri pada tanggal 10 Januari 1973. 

Partai Demokrasi Indonesia itu lahir dari fusi 5 (lima) partai politik. Kelima partai politik tersebut yaitu :

1. Partai Nasional Indonesia (PNI)PNI didirikan Bung Karno tanggal 4 Juli 1927 di Bandung.

2. Partai Kristen Indonesia (Parkindo)
Parkindo adalah partai yang didirikan karena ada maklumat pada waktu itu, ia baru berdiri tahun 1945 tepatnya pada tanggal 18 November 1945 yang diketuai Ds Probowinoto.

3. Partai Katolik
Partai Katolik lahir kembali pada tanggal 12 Desember 1945 dengan nama PKRI (Partai Katolik Republik Indonesia) merupakan kelanjutan dari atau sempalan dari Katolik Jawi, yang dulunya bergabung dengan partai Katolik.

4. Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)
IPKI atau Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia adalah partai yang didirikan terutama oleh tentara.

5. Murba
Murba didirikan pada tanggal 7 November 1948 setelah Tan Malaka keluar dari penjara. Murba adalah gabungan Partai Rakyat, Partai Rakyat Jelata dan Partai Indonesia Buruh Merdeka.

Kelompok Demokrasi dan Pembangunan melaksanakan fusi 5 Partai Politik menjadi satu wadah Partai yang bernama Partai Demokrasi Indonesia

Deklarasi ditandatangani oleh wakil kelima partai yaitu MH. Isnaeni dan Abdul Madjid mewakili Partai Nasional Indonesia, A. Wenas dan Sabam Sirait Mewakili Partai Kristen Indonesia, Beng Mang Rey Say dan FX. Wignyosumarsono mewakili Partai Katolik, S. Murbantoko R. J. Pakan mewakili Partai Murba dan Achmad Sukarmadidjaja dan Drs. Mh. Sadri mewakili Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI). Dengan dideklarasikannya fusi kelima partai tersebut, maka lahirlah Partai Demokrasi Indonesia.

Terbentuknya DPP diiringi terbentuknya kepengurusan Cabang (kepengurusan tingkat kabupaten) sebanyak 154 Cabang. Tahun 1974 kepengurusan Cabang bertambah 77 Cabang, tahun 1975 bertambah 20 Cabang, tahun 1976 bertambah 6 Cabang.

Kongres I PDI berlangsung dari tanggal 12 - 13 April 1976.Dan hasilnya Sanusi Hardjadinata terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP PDI. Susunan DPP hasil Kongres I yang susunan personalianya sudah disempurnakan atas kesepakatan antara Mh Isnaeni dan Sunawar

Kongres II dilaksanakan pada tahun 1981 di Jakarta, dipimpin oleh Sunawar Sukowati dan  Sabam Sirait

Kongres III PDI diselenggarakan sebelum Pemilu yaitu pada tanggal 15-18 April 1986 di Wisma haji Pondok Gede, Jakarta. Dengan Ketua umum Drs. Soerjadi dan Nico Daryanto sebagai Sekjen

Kongres IV PDI diselenggarakan tanggal 21-25 Juli 1993 di Aula Hotel Tiara, Medan, Sumatera, hanya saja di Kongres ini terjadi kericuhan, muncul nama Megawati Soekarnoputri yang diusung oleh warga PDI untuk tampil menjadi Ketua Umum.Dukungan tersebut muncul dari DPC berbagai daerah yang datang kekediamannya pada tanggal 11 September 1993 sebanyak lebih dari 100 orang yang berasal dari 70 DPC. Mereka meminta Megawati tampil menjadi kandidat Ketua Umum DPP PDI melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar pada tanggal 2-6 Desember 1993 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.Dukungan terhadap Megawati semakin kuat dan semakin melejit dalam bursa calon Ketua Umum DPP PDI. Muncul kekhawatiran Pemerintah dengan fenomena tersebut.

Kendati penghadangan oleh Pemerintah terhadap Megawati untuk tidak maju sebagai kandidat Ketua Umum sangat kuat, keinginan sebagian besar peserta KLB untuk menjadikan Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDI tidak dapat dihalangi hingga akhirnya Megawati dinyatakan sebagai Ketua Umum DPP PDI periode 1993-1998 secara de facto.

Pada tanggal 8-10 Oktober 1998, PDI dibawah kepemimpinan Megawati menyelenggarakan Kongres V PDI yang berlangsung di Denpasar Bali.

Kongres I PDI Perjuangan diselenggarakan pada tanggal 27 Maret - 1 April 2000 di Hotel Patra Jasa Semarang-Jawa Tengah.

Kongres I PDI Perjuangan akhirnya menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan periode 2000-2005 secara aklamasi tanpa pemilihan karena 241 dari 243 DPC mengusulkan nama Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Kongres II PDI Perjuangan diselenggarakan pada tanggal 28 - 31 Maret 2005 di Hotel Grand Bali Beach, Denpasar Bali

Kongres ke III Megawati terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2005-2010. Kongres berlangsung di Agung Ballroom Inna Grand Bali Beach Hotel

Dan yang terakhir Kongres ke IV juga dilaksanakan di Pulau Bali pada tahun 2015 yang lalu

Acara HUT ini juga diisi dengan berbagai macam lomba seperti Egrang, Tarik Tambang dan Klomp[en bersama (H2o)



Kontributor Artikel dan Foto : FKKPDIKabMalang



Share:

Selasa, Januari 09, 2018

Basarah masuk dalam alternatif pengganti Anas




PDIPerjuangan.kabmalang.comWakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyatakan siap jika mendapat tugas dari ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk jabatan apapun.
"Fatsun politik di PDI Perjuangan, adalah kader tidak diperkenankan meminta-minta jabatan atau menolak-nolak jika ditugaskan," kata Ahmad Basarah, di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Selasa (9/1/2018).
Nama Ahmad Basarah, disebut-sebut sebagai salah satu bakal calon wakil gubernur Jawa Timur mendampingi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menggantikan Abdullah Azwar Anas yang telah mengundurkan diri dan mengembalikan mandapat kepada ketua umum DPP PDI Perjuangan.

Selain Ahmad Basara muncul pula dua nama lain yakni  Bupati Ngawi, Jawa Timur, Budi Sulistiono yang populer dengan panggilan Kanang dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari.


Kontributor Artikel dan Foto :



www.KabMalang.com admin@kabmalang.com Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini.
Share:

Ada Kejutan Soal Pendamping Saifulah Yusuf


PDIPerjuangan.kabmalang.com -JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan, pihaknya menunggu momen yang tepat guna mengumumkan calon wakil gubernur jawa timur yang mungkin menggantikan Abdullah Azwar Anas.

“Kita tunggu tanggal mainnya. Biar mengejutkan lawan. Biar menjadi kejutan yang telah politik hitam. Kami lihat momentum yang tepat,” ucap Hasto, Senin (8/1/2018).

Pihaknya membuat keputusan melalui kalkulasi politik dan pertimbangan dinamika politik yang ada.

Setidaknya, ada empat kriteria yang ditetapkan oleh PDI-Perjuangan guna pendamping calon gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Pertama, harus bisa bekerjasama dengan baik dengan Gus Ipul. Kedua, kinerja yang baik.

Ketiga, kepemimpinan yang kuat untuk bisa menggalang dukungan rakyat, dan keempat, sosok yang bisa dipertanggungjawabkan dari berbagai aspek rekam jejaknya serta diterima masyarakat.

Selain itu, pengganti dari Azwar Anas juga memiliki prestasi serta kinerja pemerintahan yang baik.

“Sosok yang menjadi bagian dari representasi keluarga besar PDI-Perjuangan, yang menyatu dengan kekuatan rakyat,” ungkap Hasto.

PDI-Perjuangan berharap mendapat sosok pengganti Azwar Anas yang mempunyai dedikasi tidak hanya untuk Jawa Timur, juga untuk bangsa dan negara.

Mmeski sejumlah nama telah beredar di publik. Hasto menegaskan keputusan pengganti Anas belum diambil.




Kontributor Artikel dan Foto :http://pdiperjuangan-jatim.com bakal-ada-kejutan-soal-pendamping-gus-ipul/



www.KabMalang.com admin@kabmalang.com Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini.
Share:

Minggu, Januari 07, 2018

Rakor PAC - Ranting Kepanjen


PDIPerjuangan.kabmalang.com -Kepanjen. Bertempat di Desa Ngadilangkung Kecamatan Kepanjen, Pada hari minggu 07 Januari 18. Rapat rutin bulanan ini dihadiri oleh 12 dari 18 Ranting se Kecamatan kepanjen dan PAC, sebagaimana biasa rapat rutin imi menyampaikan agenda kegiatan yang diikuti PAC beberapa waktu yang lalu dan beberapa hal yang saat ini menjadi perhatian partai.

Rapat yang berlangsung mulai pukul 10.00 ini juga diisi diskusi tentang sila pertama dari Pancasila khususnya sila Ketuhanan yang maha esa. Diskusi ini dipandu oleh Sekretaris PAC tentang pendapat dari beberapa peserta menyimpulkan bahwa sebagai bangsa kita wajib saling menghormati dan menghargai keyakinan masing-masing dan di akhir acara ketua PAC menyampaikan pemikiran Bung Karno tentang sila pertama yqkni Indonesia Merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih, yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW, orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi marilah kita semuanya bertuhan. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa

Di akhir penutup diskusi Herman H2o selaku pemandu diskusi menyimpulkan MERASA Fahamnya/ Alirannya /Tafsirnya yang paling benar adalah SAH & boleh. Tapi MEMAKSA orang lain harus ikut pemahaman dia harus DILARANG


Kontributor Artikel dan Foto :


www.KabMalang.com admin@kabmalang.com Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini.
Share:

PDI Perjuangan dan NasDem rekomendasikan Nanda-Wanedi di Pilwalkot Malang


PDIPerjuangan.kabmalang.com - Ya'qud Ananda Gudban, Ketua DPC Hanura Kota Malang, bakal diusung PDI Perjuangan untuk maju dalam pilWali Kota Malang di 2018 ini.

"Saya siap menerima dan menjalankannya dengan baik. Saya akan melakukan yang terbaik atas kepercayaan partai pendukung dan pengusung," kata Nanda Gudban, Rabu, (3/1/2018).

Nanda sebelumnya didukung oleh PPP, Hanura dan PAN. Keputusan PDI Perjuangan mengusung Nanda juga mengejutkan. Ia sebelumnya tidak pernah mendaftar calon wali kota dari PDI Perjuangan. Jika rekomendasi resmi turun itu artinya dia menyingkirkan Wakil Wali Kota Malang Sutiaji yang mendaftar calon wali kota dari PDI Perjuangan.

"Setiap partai memiliki mekanisme lain dalam menentukan calon yang diusung. Saya berada di dunia politik di Malang sudah hampir 10 tahun. Tentunya masyarakat sudah bisa menilai saya, apakah layak dipilih atau tidak," tandasnya.

DPP PDI Perjuangan dan Partai NasDem merekomendasikan Yaqud Ananda Qudban (Nanda) dan Ahmad Wanedi untuk bertarung di Pemilihan Wali Kota Malang 2018. Masing-masing partai telah mengumumkan rekomendasi dukungannya di Surabaya, Kamis (4/1).

Rekomendasi dari Partai NasDem telah diserahkan oleh Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu) DPP NasDem Effendy Choirie (Gus Choi) yang didampingi oleh Ketua DPW NasDem Rendra Kresna. Sementara dari DPP PDIP disampaikan secara resmi secara serentak se-Indonesia di Kantor DPD Provinsi masing-masing.

Kontributor Artikel & Foto : internet



www.KabMalang.com admin@kabmalang.com Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini
Share:

Selasa, Januari 02, 2018

Cara Mengganti Nomor WhatsApp Tanpa Hapus Akun

PDIPerjuangan.kabmalang.com - Jika Ingin mengganti nomor WhatsApp tetapi belum tahu caranya atau khawatir akan terhapusnya akun WhatsApp, akan keluar dari grup atau tidak? jika anda masih ragu atau khawatir maka kita simak  tutorial singkat langkah merubah no wa dan apa yang akan terjadi setelah kita ubah nomor tersebut.
Untuk mengganti nomor WhatsApp lama dengan yang baru caranya cukup mudah, yang penting harus ingat no lama yang dahulu didaftarkan dan tentunya no baru harus dalam keadaan aktif karena akan menerima sms verifikasi.
Penggantian no WhatsApp tidak akan menghapus akun lama dan semua kontak akan tetap ada atau tidak hilang selama nomor kontak WhatsApp tersebut tersimpan di HP atau sim card.

Cara Mengganti Nomor WhatsAp

  1. Buka aplikasi WhatsApp, pilih menu Setelan./ Setting
  2. Pilih Akun – ganti nomor./ Account - Change Number 
  3. Akan muncul info mengenai apa yang akan terjadi setelah mengganti nomor telepon dan untuk melanjutkan pilih LANJUT./ Next
  4. Terakhir masukan nomor WA lama dibagian atas dan yang baru dibawahnya lalu pilih Selesai.
Catatan : apa bila nomor baru ada di HP yang lain maka anda perlu memasukan kode verifikasi secara manual yang dikirim melalui sms dan masukan kodenya.
Setelah langkah diatas dilakukan kita bisa langsung menggunakan WA untuk chat seperti biasa.
Info : Mengubah nomor dengan langkah diatas tidak akan menghapus chat maupun file (foto/video/gambar) yang pernah diterima maupun dikirim.
Apakah Kontak Yang di Blokir di No Lama Akan Terblokir di Nomor WhatsApp Baru?
Tidak, setelah ganti nomor maka nomor kontak yang kita blokir tidak akan ikut terblokir di nomor baru tapi yang pasti orang tersebut tidak akan tahu kita sudah mengubah nomor kecuali dia orang dekat yang bisa tanya-tanya teman lain atau sama-sama bergabung di sebuah grup karena saat ganti no akan muncul notifikasi di grup yang kita ikuti.
Apakah Mengganti No HP WhatsApp Akan Mengeluarkan Kita Dari Grup?
Tidak, ketika anda sudah bergabung dengan sebuah grup WhatsApp menggunakan nomor lama kemudian mengganti dengan yang baru maka secara otomatis saat proses penggantian no yang terdaftar di grup akan ikut berubah ke no baru dengan kata lain kita tidak keluar dari Grup WhatsApp tersebut.
Apakah Akan Menghilangkan / Menghapus Kontak?
Kontak yang ada pada aplikasi WA mengambil dari simcard/hp jadi tidak berpengaruh selama data kontak masih tersimpan di ponsel dan saat kita membuka WhatsApp pakai no baru maka semua kontak tersebut masih ada.
Apakah Bisa Kembali Menggunakan No Lama?
Jika suatu saat anda berubah pikiran dan ingin kembali memakai no hp lama maka tentu bisa saja dan langkahnya sama dengan yang saya jelaskan diatas.
Kalau Ada Yang Mengirim Chat/Pesan Ke No Lama Apakah Akan Masuk Ke No Baru?
Tidak, walaupun saat mengganti no ada keterangan migrasi akun tetapi jika ada orang yang mengirim pesan ke nomor lama maka tidak akan terkirim ke no baru.
Jika Ada Panggilan Ke Nomor Lama Apa Yang Terjadi?
Yang akan terjadi adalah orang tersebut tidak akan bisa melakukan panggilan via WhatsApp lagi tetapi saat ditekan icon call maka akan diarahkan ke menu panggilan telepon biasa.
Kalau Saya Admin Grup Lalu Ganti No Apa Yang Terjadi?
Tidak akan terjadi apa-apa kecuali nomor anda berubah, artinya anda akan tetap menjadi admin di grup Whatsapp tersebut, jika kurang yakin silahkan baca postingan ini.

Kontributor Artikel & Foto :Carabimo com



www.KabMalang.com admin@kabmalang.com Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik KabMalang.com.
Share:

Arsip Blog