Jumat, Juli 26, 2013

Khofifah: Suara muslimat NU ‘haram’ untuk KarSa

PDIP.kabmalang.com -

Khofifah mengharamkan suaea wanita Muslimat NU di Jatim untuk mendukung pasangan KarSa. /*istmestimoco.com | Surabaya – Pasca melayangkan gugatan resmi ke Pengadilan Tata Usaha Negara(PTUN), terkait pencoretan dirinya dari calon gubernur Jatim 2013 oleh KPU Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengharamkan suara wanita Muslimat Jatim untuk pasangan KarSa.
Ketua Umum PP Muslimat NU ini menegaskan, gugatan ke PTUN dilakukan karena KPU Jatim sudah tidak bisa membedakan mana tanda tangan palsu dan mana tanda tangan asli, terkait dualisme dukungan dari parpol PPNUI.
“Di mata KPU Jatim, asli dan palsu itu levelnya setara. Yang lebih aneg lagi, hanya untuk membuktikan mana tanda tangan yang asli dan palsu mereka tidak bisa. Faktanya, mereka akhirnya meyakini tanda tangan palsu yang benar,” tegas Khofifah, kepada Jurnal3, Selasa (16/07/2013).
Khofifah juga yakin ada kekuatan lain yang ikut bermain dibalik tidak lolosnya pasangan Khofifah-Herman. Meski tidak menuding siapa pihak dibalik pencoretan dirinya oleh KPU, namun istri Indar Parawansa ini dengan tegas mengharamkan suara wanita Muslimat NU di Jatim untuk diberikan kepada pasangan nomor urut 1, Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa).
“Saya tidak ingin suara Muslimat NU di Jatim untuk pasangan itu (KarSa). Kalau mau golput silakan, atau ke calon lain,” tegas Khofifah.
Untuk diketahui, pasangan Khofifah-Herman akhirnya dicoret oleh KPU karena terganjal dualisme dukungan dari Partai Kedaulatan (PK) dan PPNUI.
Sehingga, dari 15,55 persen suara dukungan yang semula dikantongi BerKah berkurang menjadi 14,81 persen.@rizalhasan

Kontributor Artikel & Foto : Herman Hidayat Profile Facebook Herman Hidayat klik di sini. Herman adalah Pemilik MestiMoco.com.

www.MestiMoco.com
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Ada Komentar???? untuk PDI Perjuangan Kabupaten Malang

Arsip Blog