Selasa, Juli 31, 2018

Tawa Warnai Santap Malam Jokowi dan Sekjen Partai



PDIPerjuangan.kabmalang.com - Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo bertemu sekaligus makan malam bersama sembilan sekretaris jenderal partai pendukung pemerintah malam ini di Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor.

Berdasarkan pantauan, mereka telah berkumpul dan duduk melingkari meja makan sekitar pukul 19.20 WIB.

Jokowi hadir mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana bahan hitam yang telah dikenakannya sejak pagi.

Mantan Wali Kota Solo itu didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Tetapi, mereka tidak duduk makan bersama Presiden dan para sekretaris jenderal.

Para sekjen juga terlihat santai dengan mengenakan kaus polo lengan pendek, jaket partai, dan kemeja.

Pertemuan sepuluh orang ini pun terpantau cair dan santai. Sesekali terdengar tawa dari mereka semua.

Sekjen yang hadir ialah Hasto Kristiyanto (PDI Perjuangan), Jhonny G Plate (Nasdem), Lodewijk Freidrich Paulus (Golkar), Arsul Sani (PPP), Abdul Kadir Karding (PKB), Harry Lontung Siregar (Hanura), Raja Juli Antoni (PSI), Ahmad Rofiq (Perindo), Imam Anshori Saleh (PKPI).

Sekjen PAN Eddy Soeparno tak terlihat dalam pertemuan itu. Padahal, PAN sampai detik ini masih terdaftar sebagai salah satu partai yang memiliki wakil di kabinet Jokowi.

Pertemuan ini disebut sebagai tindak lanjut pertemuan Presiden dengan para ketua umum partai pendukung pekan lalu.

Sekjen Nasdem Johnny G Plate sebelumnya mengatakan pertemuan malam ini akan membahas hal teknis jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal serupa disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Hal-hal teknis bakal dibahas termasuk kemungkinan mempersiapkan susunan anggota tim sukses.
Kontributor Artikel dan Foto : cnn

  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.

.
www.KabMalang.com admin@kabmalang.com
Facebook PDI Perjuangan Kab malang
Share:

Kamis, Juli 19, 2018

*KENANGAN PAHIT INDONESIA DITANGAN DUA JENDRAL YANG GAGAL*


PDIPerjuangan.kabmalang.com -  Memasuki tahun terpanasnya politik Indonesia, mari kita memakai kaca spion melihat kebelakang agar kecelakaan tak terulang dan jalan kedepan bisa lebih lapang serta terang.

Dari 7 presiden yg pernah dan yg sedang memimpin Indonesia, memasuki 73 tahun kemerdekaan bangsa, ada dua jenderal yg pernah memerintah Indonesia selama 42 thn atau 58 % dari total masa pemerintahan secara keseluruhan._ Pertanyaan kita: dapat apa dari kedua-nya?  Indonesia nyaris jadi negara gagal total.

Kenapa keduanya mirip dalam gaya memimpinnya? Jelas sama, karena keduanya ditempa dalam barak dan kondisi yg sama polanya, cuma beda waktunya. Militer menganut pendidikan disiplin yg tidak boleh dibantah, sehingga kalimat "siap jendral" menjadi slogan bahwa bantahan diharamkan dalam pasukan. Budaya ini baik untuk perang, namun tidak baik untuk pelaku pemerintahan yg butuh masukan.

Persaingan dalam merebut pemimpin di militer sangat ketat, hanya berapa persen personil yg punya kesempatan menjadi jenderal. Belum lagi proses hidup dgn kondisi pas2an yg membuat orang tidak semuanya siap._ _Pasca jendral Soedirman, militer tidak lagi ada di medan perang, mereka jarang ke hutan malah banyak hidup dikota dan melihat dunia yg banyak menggoda. *Hedonisme* menjadi gaya dan terbiasa._

_*Soeharto* yg pernah kena kasus dan hampir dimahmilubkan oleh Jendral Ahmad Yani, untung saja dibela Jenderal Gatot Subroto. Ahmad Yani-lah yg akhirnya dibunuh PKI, ingat: "dibunuh PKI", Soeharto muncul sbg pahlawan._ _Menduduki jabatan presiden 32 thn dgn cara yg santun_, _sekaligus menjadi penyamun.  *THE SMILING GENERAL melibas habis siapa saja yg dia rasa tidak pas dengannya.*_

_Kehidupan di barak memang sumpek, jendral2 pasca kemerdekaan banyak dijalanan daripada dihutan._ _Jabatan bersanding dgn kekuasaan dan nafsu kekayaan._ _Era *Orde Baru* budaya *nepotisme* dikuatkan, *suap* jabatan dilegalkan, *korupsi* dianggap rezeki._ _32 thn terpatri menjadi jati diri._ _Kolonel bisa jadi bupati, jenderal berbintang bisa jadi gubernur._

_Sampai 2016 saja gaji para jenderal rata2 Rp. 5,5 juta, tapi nyatanya mana ada jenderal yg tak kaya, nyaris semua punya rumah mewah, minimal punya sawah._ _Budaya hidup *hedonis* ini yg akan terbawa sampai mati._ _Sehingga perilakunya dalam mengejar kekuasaan sama gigihnya seperti saat bersaing mencapai pangkat jendral yg sarat siasat serta keringat._ _Etos itu baik, hanya salahnya diluar barak ada rakyat yg berdaulat._ _Mereka lupa bahwa rakyat tak bisa diminta tabik dan mengucapkan "siap jendral" yg kemudian haknya di begal._

_Bagaimana kayanya *Soeharto* dan para kroni?_ _Kelakuan ini menurun ke *Sby* yg tidak kalah ganasnya._ _Coba di cek berapa kekayaan dia?_ _Kapan dia bayar pajak dan siapa yg tau jumlah hartanya?_ _Begitupun masih kurang puas, sekarang kita dipaksa menerima *anaknya.*_ _Anak yg dididik dalam lingkup senang tak pernah kekurangan, mau diminta berempati mengurus negeri._ _Mimpi saja dia tak pernah susah, apalagi merasakan yg sebenarnya._ 

_Para jenderal jaman perang memang beda dg jenderal jaman dagang._ _Perang pilihannya cuma ada dua: menyerang dan menang atau mundur dan gugur._ _Berdagang banyak peluang bisa kerjasama, jadi pialang, atau memakai jabatan mempengaruhi untuk kepentingan._

Dua jenderal gagal hanya karena moral, tempaan lingkungan telah menanggalkan *sapta marga* dan *sumpah prajurit.*_ _Mereka kalah berperang dengan nafsunya sendiri sampai lupa juga kepada ibu pertiwi, sebuah negeri yg dihuni banyak manusia sebagai rakyat yg butuh dijaga, bukan malah dijarah hak kehidupannya karena keadilan telah dikerdilkan oleh sang jenderal yg berkuasa.

_Beda dgn anak pinggir kali, *Jokowi.* Manusia yg tak punya DNA kemaruk ini terbiasa berempati sehingga manakala dia bicara, bicaranya keluar dari hatinya, dia tidak pernah pura2, dia ikhlas bekerja utk rakyat dan bangsanya._ _Karena dia sudah kaya jiwa dan raganya._ _Dialah *Indonesia* yg sebenarnya bukan *HEDONesia.*_

_Terus, sekarang mau dicoba ketiga kalinya, mencoba *jenderal rasa picisan* atau  malah *mayor ingusan* yg dipaksa turun di TENGAH jalan karena mau dipaksakan merebut kekuasaan!!_

_*PILIHLAH ORANG YG TERPILIH.*_ *BUKAN YG MINTA DIPILIH, KARENA ENGKAU AKAN MENERIMA RASA PERIH.* Kontributor Artikel dan Foto :

  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.

.
www.KabMalang.com admin@kabmalang.com
Facebook PDI Perjuangan Kab malang
Share:

Sabtu, Juli 07, 2018

KPU Kabupaten Selesaikan Rekapitulasi


PDIPerjuangan.kabmalang.com - MALANG - KPU Kabupaten Malang telah menyelesaikan rekapitulasi Pilgub Jawa Timur, Kamis (5/7) malam. Hasilnya, Paslon nomor urut dua Gus Ipul-Puti unggul dengan meraih 621.650 suara. Sedangkan lawannya paslon nomor urut satu, Khofifah-Emil meraih perolehan 588.727 suara. 
Total suara sah mencapai 1.210.377 suara. Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko mengatakan, tingkat partisipasi pemilih mencapai angka 63 persen.
“Pemilik suara yang menggunakan hak pilihnya dalam Pilgub Jatim di Kabupaten Malang mencapai 1.244.355 suara,” katanya. 
Dia melanjutkan, rekapitulasi tersebut dihimpun dari 178 TPS yang ada di Kabupaten Malang “Penghitungan tidak jauh beda dengan hasil di Portal situng,” imbuhnya.
Dia melanjutkan, jalannya proses rekapitulasi dilaksanakan secara terbuka di Gedung GPRD Kabupaten Malang. 
Selain itu, disaksikan dengan bebas oleh saksi serta pengamat. Selain itu, jalannya pernghitungan berjalan lancar dan disaksikan oleh kedua saksi dari dua paslon.
“Alhamdulillah pelaksanaan rekapitulasi berjalan lancar, tanpa ada kendala berarti,” terangnya. 
Dia melanjutkan, melalui rekapitulasi secara terbuka, itu merupakan implementasi nyatan dari keterbukaan yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Malang. Sedangkan disinggung mengenai tingkat partisipasi, dia mengatakan akan terus berupaya meningkatkan partisipasi dari  masyarakat dalam memilih. (big/mar)

Kontributor Artikel dan Foto :

  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.

.
www.KabMalang.com admin@kabmalang.com
Facebook PDI Perjuangan Kab malang
Share:

Saksi Paslon Pilgub Jatim Kabupaten Magetan Keberatan Dalam Penghitungan Suara


PDIPerjuangan.kabmalang.com -   Beritatrends.com, Magetan – Awalnya keberatan saksi dari Paslon Gubernur dan wakil Nomor 2 bermula dari penghitungan pada siang hari yang terjadi selisih perhitungan.
Saksi dari (Paslon) nomor urut 2 (Dua) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur mengajukan keberatan ke KPUD Kabupaten Magetan atas proses rekapitulasi hasil penghitungan suara yang ditetapkan KPUD Magetan, Kamis (5/7/2018).
Sejumlah keberatan dari saksi Paslon nomor urut 2 dituangkan dalam DB2 -KWK yang ditandatangani  Kabupaten Magetan.
Saksi Paslon Gubernur dan wakil Gubernur nomor 2 wilayah Kabupaten Magetan Agus Subagyo yang biasa di sapa Sang Agus mengatakan, saksi berhak mengajukan gugatan didalam proses rekapitulasi, setelah melihat beberapa hal didalam rekapitulasi yang dilaksanakan KPU Magetan, saya tidak akan menandatangani hasil dari rapat pleno tersebut.
Setelah kita lakukan Sampling di Desa Mbotok, Sumur Songgo dan Kecamatan Takeran, telah terjadi hal yang sama seperti di Kabupaten yang lain,”Kata Sang Agus.
Salah satu Komisioner Panwaslu Kabupaten Magetan Arifin Kurniawan menjelaskan, hal apapun yang disampaikan keberatan, silahkan dituangkan dalam Font Keberatan.
Sedangkan Ketua KPUD Magetan Hendrad Subyakto mengatakan, pengajuan gugatan memang sudah diatur, gugatan merupakan hal yang umum, biasanya ada perbedaan data PPK dengan saksi Paslon, dan itu bisa dibetulkan mana yang benar.
Lanjut Hendrat, setelah pada malam hari dilakukan penghitungan ulang kembali ternyata tidak ada permasalahan.
“Hal ini tidak masalah walaupun tidak ada tanda tangan saksi, rekapitulasi penghitungan suara tetap Syah, gugatan tidak ada, yang ada hanya keberatan, nanti semua berita acara akan kita kirim ke KPU Provinsi,”jelas Hendrat.
Sedangkan Habib Murtafik sebagai  Ketua PPK Kecamatan Takeran mengaku ada pemilih DPPH yang masuk pemilih DPTB, yang seharusnya DPPH salah dimasukan ke Font DPTB.
“Jadi untuk jumlah tidak ada perubahan, cuma  kesalahan tempat memasukan yang tidak sesuai, tadi kita cek kebawah, kita pastikan semuanya tidak ada selisih, kesalahanya ada di Desa Madigondo (TPS 4) dan sudah di benahi,”Pungkas Habib.(Gal)

Kontributor Artikel dan Foto : https://beritatrends.com/2018/07/05/saksi-paslon-pilgub-jatim-nomor-urut-2-kabupaten-magetan-keberatan-dalam-penghitungan-suara/

  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.

.
www.KabMalang.com admin@kabmalang.com
Facebook PDI Perjuangan Kab malang
Share:

Jumat, Juli 06, 2018

Saksi Paslon AKRAB Walk Out


PDIPerjuangan.kabmalang.com -   Mojokerto  – Hasil pleno penghitungan rekapitulasi pilihan kepala daerah atau Pilkada tingkat kota Mojokerto, di warnai aksi walkout atau keluar dari ruang rapat oleh saksi tim pasangan calon  Akmal-Rambo (AKRAB). Aksi Walkout adalah salah bentuk protes yang diduga lemahnya pengawasan dari penyelenggara pelaksana Pemilu kepala daerah kota Mojokerto.Tim saksi paslon nomor urut satu, Agus Jaya mengatakan “Pada prinsipnya kami tidak menerima, tentang apa yang sudah tertera di depan ini. Apa alasan Paslon kami, satu, karena alasan calon kami menemukan adanya indikasi-indikasi sebuah kecurangan yang tentunya yang berkaitan pelanggaran undang-undang yang disebut money politik yang di mana media sudah menyampaikan lewat  medianya yang sudah tertangkap dan Pawaslu sudah mengatakan wauhh … macam-macam begitu. Lah ini kami diperintahkan untuk tidak menerima tentang hasil keputusan ini,” ujar Agus di depan Komisioner KPUD dan Panwaslu Kota Mojokerto.
Kontributor Artikel dan Foto :   http://transversalmedia.com/2018/07/tidak-mengakui-hasil-pleno-rekapitulasi-saksi-paslon-akrab-walk-out/


  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.

.
www.KabMalang.com admin@kabmalang.com
Facebook PDI Perjuangan Kab malang
Share:

Arsip Blog