Notification

×

Iklan revolusi

Iklan 1048 300 revolusi

Hujan Deras dan Angin Kencang, Puluhan Rumah di Singosari Rusak

Senin, 04 Desember 2023 | Desember 04, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2024-05-28T04:24:33Z
Atap rumah warga rusak akibat diterjang angin kencang di wilayah Kec Singosari, Kab Malang. [cahyono/Bhirawa]   
Yeni Adien dot com }   Kab Malang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat puluhan rumah rusak akibat guyuran hujan deras yang disertai angin kencang, yang terjadi pada beberapa hari lalu.
Selain kerusakan warga, hujan deras dan angin kencang tersebut juga membuat sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, bahkan juga merobohkan beberapa pohon ditepi jalan hingga merintangi jalan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan, Minggu (3/12), saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, berdasarkan catatan BPBD, akibat hujan deras yang disertai angin kencang, pada Kamis (30/11), pukul 14.00-15.00 membuat puluhan bangunan rumah mengalami kerusakan.

Sedangkan kerusakan rumah warga itu tersebut ti wilayah tiga kecamatan, yakni Singosari, Karangploso dan Jabung. Seperti di wilayah Kecamatan Singosari terdapat 13 rumah warga. Selanjutnya, di wilayah Kecamatan Karangploso terdapat 7 rumah warga, dan di wilayah Kecamatan Jabung, terdapat 28 rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Jadi total kerusakan rumah warga akibat guyuran hujan deras dan angin kencang sebanyak 48 rumah, dan dari kerusakan rumah itu kategori ringan, sedang dan berat. Namun tidak membawa korban jiwa, hanya kerusakan bangunan rumah warga saja,” ungkapnya.

Rincian kerusakan rumah warga itu, terang Sadono, untuk di wilayah Kecamatan Singosari, akibat hujan deras yang disertai angin kencang tersebut menyebabkan kerusakan puluhan rumah di wilayah Kelurahan Candirenggo, Desa Dengkol, Desa Gunungrejo, dan Desa Banjararum. Seperti di Kelurahan Candirenggo ada 13 rumah, Desa Dengkol tiga rumah, Desa Gunungrejo 10 rumah, dan di Desa Banjararum satu tempat usaha mengalami kerusakan. Dan untuk di Desa Gunungrejo, satu rumah mengalami rusak berat sehingga penghuni rumah mengungsi.

Dan selanjutnya, kata dia, di wilayah Kecamatan Jabung terdapat 14 rumah, dengan rincian di Desa Sukolilo 6 rumah dan Desa Kemantren 6 rumah. Selain itu, juga ada kerusakan dua atap gedung sekolah rusak dan satu atap Puskesmas Jabung juga mengalami kerusakan. Kemudian untuk di wilayah Karangploso yang dilaporkan ada tujuh rumah mengalami kerusakan akibat hujan deras yang disertai angin kencang. Seperti di Desa Ngenep, tujuh rumah mengalami kerusakan dibagian atap yang terbang terbawa angin, nanum tidak ada korban jiwa akibat peristiwa bencana tersebut.

“Untuk itu, masyarakat Kabupaten Malang kami himbau untuk waspada pada musim penghujan ini, terutama di daerah-daerah yang selama ini berpotensi terjadi bencana, yang tidak hanya bencana angin kencang saja, tapi juga bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Sadono.

Dari berita sebelumnya, Sadono juga sudah menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melakukan pemetaan wilayah yang potensi terjadi bencana alam. Seperti bencana angin kencang atau puting beliung, rawan gerakan tanah atau tanah longsor dan rawan banjir maupun banjir bandang. Sehingga dari pemetaan yang kita lakukan, seperti rawan bencana angin puting beliung terdapat di 11 kecamatan, yang diantaranya di wilayah Kecamatan Singosari, Karangploso, Dau, Pakis, Jabung, dan Poncokusumo.

Selanjutnya, terang dia, di Kabupaten Malang juga rawan terjadinya bencana tanah longsor, yang terdapat di 16 kecamatan, diantaranya di wilayah Malang Barat yakni wilayah Kecamatan Pujon, Ngantang dan Kasembon. Dan untuk wilayah Malang Selatan, diantaranya di wilayah Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo dan Sumbermanjing Wetan. Dan rawan terjadinya banjir, terdapat di 16 wilayah kecamatan, diantaranya di wilayah Malang Utara yakni Kecamatan Lawang, Singosari, Dau, Pakis, dan Poncokusumo.

“Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang agar waspada ketika terjadi hujan dengan itensitas tinggi,” tegasnya.

Selain itu, tambah Sadono, pohon tumbang juga terjadi di wilayah Jalan Raya Bendo, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang menewaskan dua orang pengedaran sepeda motor, pada Minggu (3/12). Sedangkan kejadian tersebut mungkin dikarenakan akar pohon yang berdiameter 100 centimeter (cm) rapuh, sehingga menyebabkan pohon tumbang. Padahal, kondisi cuaca normal tidak hujan dan tidak terjadi angin kencang.

“Penanganan yang kami lakukan sifatnya hanya mem-back up dalam kejadian tersebut. Karena untuk menangani pohon tumbang di Jalan Raya Bendo tersebut, selain BPBD juga dari Polres Malang, Muspika Kecamatan Pakisaji, Koramil Pakisaji, PMI, Tagana, Awangga, dan warga sekitar kejadian pohon tumbang,” terangnya. [cyn.gat]


Tulis Komen Anda
di bagian bawah 👇
 
Sumber :   harianbhirawa.co.id



#OrangCerdasPilihYeni
Komentar Akun Facebook :

Komentar Akun Google :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Histat

Klik Iklan dibawah Tanah

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update