Malang (beritajatim.com) – Aksi kekerasan yang dialami Anggota Fraksi PDIP Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarok pada Jumat (11/9/2026) sore, sudah ditangani Satreskrim Polres Malang.
Usai ditanduk hingga mengalami memar dibagian wajah oleh Hadi Wiyono alias Pak Dur, warga Sumberpucung, Kabupaten Malang, Zulham hingga kini masih dirawat di RSUD Kanjuruhan.
“Masih di rumah sakit, belum di perbolehkan pulang mas,” kata Zulham, Sabtu (12/9/2026).
Informasi yang diperoleh beritajatim.com, aksi kekerasan yang dilakukan Pak Dur bermula saat ia mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Malang pada Jumat (11/9/2026) untuk menanyakan kelanjutan portal bendungan lahir, Karangkates.
Pak Dur kemudian ditemui dua anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Alayk Mubarok dan anggota Fraksi Partai Golkar Dovic Soroanggomo. Terjadi perdebatan dengan dua anggota DPRD.
“Pak Alayk dan Pak Dovic ini yang awalnya menemui. Karena keduanya kan dari dapil tempat tinggal Pak Dur. Namun terjadi keributan, saya berniat menengahi dan melerai,” ucap Zulham.
Dalam perdebatan itu, Pak Dur sempat mengumpat dan memaki Dovic dari Fraksi Golkar. Pak Dur lalu berdiri dan mendorong tubuh Dovic. Tak berhenti sampai disitu, Pak Dur dengan penuh emosi menantang anggota DPRD sembari mengepalkan tangan seolah hendak memukul.
Namun insiden itu bisa dilerai. Zulham yang diutus Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi S.Sos untuk menenangkan keributan mencoba mengelus bahu Pak Dur agar tidak emosi.
“Saya berupaya menenangkan, dan dibicarakan baik baik,” tutur Zulham.
Pak Dur akhirnya keluar dari dalam gedung DPRD. Sesampainya dihalaman kantor, Pak Dur kembali mengumpat kearah anggota DPRD yang saat itu coba ditenangkan Zulham.
Mendapat umpatan verbal, Zulham spontan berteriak dan berlari ke arah Pak Dur. Dalam sekejap, wajah Zulham langsung ditanduk Pak Dur berkali kali hingga harus menjalani visum dan perawatan di rumah sakit.
Zulham kemudian membuat laporan ke Polisi atas insiden itu. Aksi Pak Dur yang tidak simpatik ke gedung DPRD, kemudian memancing aksi massa. Hingga pukul tujuh malam, massa yang geram nyaris menghakimi Pak Dur yang sudah berkumpul di gedung DPRD Kabupaten Malang.
Massa mengumpat tujuan Pak Dur dan kelompoknya ke gedung DPRD, tidak membawa aspirasi yang jelas dan tidak ada ijin resmi aparat kepolisian. Beruntung keributan bisa dicegah setelah Polres Malang, menurunkan ratusan personel dan meminta Pak Dur dan kelompoknya membubarkan diri. (yog/ian)
>>
Klik 👇
Investasi Crypto
,
Sumber : https://beritajatim.com/ini-kronologis-anggota-dprd-malang-jadi-korban-kekerasan-2
Investasi Crypto
,
Sumber : https://beritajatim.com/ini-kronologis-anggota-dprd-malang-jadi-korban-kekerasan-2







Tidak ada komentar:
Posting Komentar