Notification

×

Iklan revolusi

Iklan 1048 300 revolusi

Sekjen PDIP sebut Ma'ruf sosok pengayom

Rabu, 15 Agustus 2018 | Agustus 15, 2018 WIB | 0 Views Last Updated 2023-08-15T05:32:56Z




PDIP ungkap daftar nama bakal caleg. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah




PDIPerjuangan.kabmalang.com -

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto merespons pernyataan Mahfud MD
bahwa Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mengancam bakal
calon Presiden patahana, Joko Widodo dalam penentuan cawapres. Hasto
menegaskan, Ma'ruf tidak mengancam Jokowi.





"Itu sikap ekspresi Pak Mahfud MD. Itu merupakan satu hal manusiawi
lah tapi enggak ada ancam mengancam, apalagi kita lihat sosok Kiai
Ma'ruf itu merupakan sosok pengayom," kata Hasto di Kompleks Istana
Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/8).


Hasto mengatakan, penunjukkan Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi
sudah melalui mekanisme yang benar. Di mana, Jokowi terlebih dahulu
mengumpulkan para ketua umum partai politik koalisi sebelum mengumumkan
nama cawapresnya.


Nama Mahfud MD, lanjut Hasto, tidak pernah diumumkan bahwa bakal jadi cawapres Jokowi.


"Akan jadi persoalan kecuali sudah ditetapkan sebagai calon kemudian
dibatalkan. Ini kan belum ada soal penetapan saat itu. Tapi ya kami
memahami itu sebuah ekspresi," ujar dia.


Hasto mengakui, sebelum pengumuman nama cawapres dilakukan Jokowi
memiliki opsi cawapres lain selain Ma'ruf Amin. Namun dia tidak menyebut
Mahfud MD termasuk salah satu dari opsi tersebut.


"(Waktu itu) Presiden meminta beberapa orang melakukan persiapan
karena apapun menyangkut pemimpin negara harus ada opsi opsi dan opsi
opsi itu dilakukan para ketua umum partai," tutur dia.


Sebelumnya, Mahfud MD mengungkap alasan dirinya batal menjadi bakal
calon Wakil Presiden Jokowi untuk Pilpres 2019. Mantan Ketua Mahkamah
Konstitusi (MK) itu bercerita dirinya batal menjadi cawapres diwarnai
dengan ancaman bahwa NU tidak bertanggung jawab apabila bukan kader NU
yang menjadi cawapres Jokowi.


Mahfud bercerita informasi hal ini didapat oleh Ketua Umum Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat keduanya
melakukan pertemuan.


Saat bertemu dengan Cak Imin, Mahfud diberi tahu justru Rais Aam PBNU
KH Ma'ruf Amin yang menyampaikan ancaman jika NU bakal 'lepas tangan'
andai kader NU tak menjadi cawapres Jokowi.


"Bagaimana saya tahu kiai Ma'ruf Amin? Muhaimin yang bilang ke saya,"
kata Mahfud dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang disiarkan
secara langsung oleh TV One, Selasa (15/8).


"Terus saya tanya gimana main ancam-ancam? 'Itu yang nyuruh kiai Ma'ruf'," kata Mahfud menceritakan pernyataan Cak Imin.


Setelah itu, Mahfud bercerita satu hari sebelum pengumuman cawapres
oleh Jokowi, terjadi pertemuan antara Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj,
Ma'ruf Amin dan Cak Imin di Kantor PBNU. Pertemuan itu membahas
cawapres.


Pertemuan digelar usai ketiganya dipanggil secara terpisah ke Istana
oleh Jokowi yang meminta masukan sosok cawapres. Mereka, kata Mahfud,
marah karena ketiganya tidak disinggung sebagai 'calon' oleh Jokowi.
Sebab, saat dipanggil, Jokowi tak menyebut satu pun dari mereka bertiga
sebagai 'calon'.


"Tiga orang ini berkesimpulan bahwa mereka bukan calonnya karena
waktu dipanggil tak disebut 'calon'. Lalu mereka sepertinya marah
membahas," ujarnya.


Menurut Mahfud, dari sinilah 'ancaman' itu keluar. Ancaman bahwa NU
tidak bertanggungjawab secara moral terhadap pemerintahan jika bukan
kader NU yang menjadi cawapres.


"Kemudian Kiai Ma'ruf 'Kalau begitu kita nyatakan kita tak
bertanggungjawab secara moral atas pemerintahan ini kalau bukan kader NU
yang diambil. Ini kata Muhaimin," ujar Mahfud. [rnd]






Sumber, Kontributor Artikel dan Foto : https://www.merdeka.com/politik/bantah-pernyataan-mahfud-md-sekjen-pdip-sebut-maruf-sosok-pengayom.html?utm_source=Notification&utm_medium=Mdk-notif&utm_campaign=Mdk-Notification






  Posisi KEUANGAN Forum Komunikasi Kader PDI Perjuangan.


.


www.KabMalang.com
admin@kabmalang.com


Facebook PDI Perjuangan Kab malang

Komentar Akun Facebook :

Komentar Akun Google :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Histat

Klik Iklan dibawah Tanah

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update